Angsa Bag6

Masa lalu tak semuanya indah. Bait pertama Le cygne menyebut nama dalam khazanah lama, Andromache, perempuan Troya yang suaminya gugur dan negerinya dibinasakan dengan bengis oleh yang lebih kuat dan ia jadi budak. Air matanya mengalir, membentuk sungai kecil yang dalam mithologi Yunani juga dewa, Simoeis. Dengan tak langsung, Le cygne mengingatkan ada yang kalah hari ini, tapi juga dulu dan nanti—dan itulah yang menyedihkan dalam sejarah manusia. Tentu saja bisa ditambahkan: air yang mengalir itu bisa jadi energi.

Peradaban bisa terbangun. Kalimat Walter Benjamin yang sering dikutip itu rasanya benar: ”Kisah peradaban adalah juga kisah kebiadaban.” Saya tak tahu apakah dengan itu Benjamin bisa menjelaskan bahwa ”Haussmannisasi” yang brutal pada akhirnya menjadikan Paris menarik, dan seorang ?aneur bisa kluyuran di celah-celahnya, memandang dengan rasa tertarik dan cerdas deretan komoditas di sekitarnya. Di Jakarta, kita tahu, tak mudah lagi kita kluyuran. Mungkin hanya jauh di malam hari: ketika jalan lengang, ketika terang dan gelap saling menyeling, dan kota—dalam ketenangan dinihari—jadi sebuah ilusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *