Bermain Adalah Belajar Bag3

Permainan kompetitif, yaitu permainan yang dilakukan menurut aturan tertentu dan bersifat kompetitif. Bermanfaat dalam mengajari anak tentang aturan dan menumbuhkan semangat untuk berprestasi. Contoh, bermain petak umpet, bermain lomba lari, dan lainnya. Kegiatan bermain pasif, yaitu kegiatan bermain yang tidak banyak melibatkan gerak tubuh anak, tetapi hanya melibatkan sebagian indra saja, terutama pendengaran dan penglihatan.

Baca juga : ausbildung jerman

Contoh, mendengarkan dongeng, menonton siaran teve khusus anak, dan lainnya. DAMPINGI SAAT MEMILIH MAINAN Begitu usia prasekolah, anak umumnya sudah punya kemauan dan keinginan yang lebih kuat. Ia punya pilihan untuk memenuhi kebutuhannya. Sama halnya dengan memilih mainan untuk anak. Jika saat bayi, kita yang cenderung memilih dan membelikan mainan berdasarkan asumsi kita, maka kini anak cenderung lebih suka memilih sendiri. Apa yang kita pilihkan kadang tak sesuai dengan selera atau kemauan nya, tetapi belum tentu juga apa yang anakpilih sesuai dengan umur dan, mungkin saja, kantong kita.

Untuk itu, kita tetap perlu mendampingi anak dalam memilih mainan. Sekalipun ia punya pilih an sendiri, kita bisa memberinya masukan tentang pilih an itu. Plus, tidak selalu menuruti kemauan anak untuk membelikan mainan saat itu juga. Jangan sampai dalam diri anak muncul asosiasi seperti ini: pergi ke mal = ke toko mainan = beli mainan baru. Selain itu, perkenalkan pula ragam aktivitas pada anak yang bisa dilakukan dengan bermain, sehingga aktivitas itu terasa menyenangkan.

Lebih lanjut, Lusi menjelaskan, dalam memilih aktivitas bermain yang tepat untuk prasekolah, kita dapat saja mengikuti keinginan anak dan dapat pula memberi arahan. Arahan di sini berarti adanya pendam pingan atau panduan cara bermain dari orangtua. Permainan yang tidak diarahkan dapat menjadi sarana bagi anak untuk mengembangkan keterampilan membuat keputusan, bertindak berdasarkan caranya sendiri, menemukan minatnya, dan secara total melakukan sesuatu yang ingin ia raih dengan dorongan dari dalam diri sendiri.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.