Cake Asam Jawa yang Terinspirasi dari Asal Kata “Semarang”

Bagi Febby Natalia (36), asal usul kata Semarang, bukan sekadar kisah yang memiliki nilai sejarah. Nama yang konon berasal dari padanan kata asam dan arang yang memiliki arti jarangnya pohon asam, telah menjadi inspirasinya dalam memulai bisnis kue. Selaras dengan itu, kue olahannya pun menggunakan bahan utama asam jawa.

Baca juga : Catering Jakarta Selatan

Lewat nama Tamarind Cake, sajian manis yang dibuatnya mulai dipasarkan sejak awal 2016. “Alasan lainnya, masih jarang pengusaha kuliner yang melirik asam jawa untuk diolah menjadi kue,” ucap Febby. Diakuinya, uji coba untuk membuat kue asam jawa hingga layak jual terbilang cukup lama. Febby mengaku butuh waktu lebih dari 3 bulan demi mendapatkan formula adonan dan cita rasa kue asam jawa yang sesuai di lidah awam.

Proses pembuatan kue asam jawa ini dimulai dengan mengubah asam jawa menjadi selai terlebih dahulu. “Untuk membuat selainya, saya gunakan air, asam jawa, dan gula jawa,” ujar wanita kelahiran 1981 ini. Campuran bahan tadi lalu dimasak hingga mengental. Namun sebelum diolah, asam jawanya mesti direndam dulu 30 menit agar melunak dan mudah diambil sarinya.

Selai asam jawa yang sudah mengental, dicampurkan ke dalam bahan adonan kue lalu ditaruh dalam loyang kue yang bentuknya mirip asam jawa dalam kulitnya. “Bahan adonan kuenya saya gunakan resep standar. Seperti tetap menggunakan tepung, butter, gula jawa, telur, dan bahan pengembang,” paparnya. Terakhir, adonan kue dipanggang 20 menit dengan suhu 170 derajat Celsius.

Variasi Produk Kue

Kreasi olahan asam jawa ala Tamarind Cake, ternyata tak hanya pada cake saja. Febby juga memproduksi minuman sari asam jawa yang dikemas dalam dua ukuran botol plastik bening. Untuk sari asam jawa 250 ml, harganya Rp 8 ribu per botol dan ukuran botol 500 ml harganya Rp 15 ribu. Ada pula dua varian produk pastry yang disebutnya roll dan crispy. Ia mengungkapkan, tekstur roll dibuat lebih mirip roti atau cinnamon roll. Sedangkan varian crispy menggunakan bahan puff pastry.

Meski berbeda, isi kedua produk lainnya ini sama-sama menggunakan selai asam jawa buatan Febby. Harganya keduanya masing-masing Rp 35 ribu per 200 gram. “Ragam produk asam jawa ini memiliki masa konsumsi sekitar 1 minggu. Saya menghadirkan beragam jenis kudapan ini agar konsumen memiliki banyak pilihan ketika ingin menikmati cita rasa asam jawa yang segar dalam makanan,” tutur Febby.

Per minggunya, Febby memasarkan kue asam jawa sebanyak 15 loyang. Jika musim liburan tiba jumlah pesanan kue asam jawa bisa meningkat hingga 2 kali lipat. “Menjelang Idul Fitri kemarin, penjualan makin melonjak lagi,” katanya. Selain di sekitar Semarang, pemasaran Tamarind Cake telah mencakup beberapa wilayah di Pulau Jawa, seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Bandung, hingga Jakarta. Cara pengirimannya, Febby menggunakan jasa kirim kilat. Agar aman, kue dikemas di dalam boks dan dibungkus kertas cokelat. “Bila jumlah pembeliannya banyak, kue dikemas lagi dalam kardus,” jelasnya. Namun Febby mengaku belum berani memasarkan produknya hingga ke luar Pulau Jawa, demi menjaga kualitas kuenya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *