Mengintip Jenis Kelamin Janin

“Laki-laki atau perempuan, Dok?” Pertanyaan ini paling sering dilontarkan Mama Papa saat kontrol rutin kehamilan. Rasanya tak sabar ya, untuk mengetahui jenis kelamin sang buah hati. Coba deh perhatikan perut buncit Mama di depan cermin. Jika cenderung “mancung” ke depan berarti janin yang dikandung berjenis kelamin laki-laki.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Sebaliknya, jika perut Mama cenderung melebar ke samping, maka janinnya berjenis kelamin perempuan. Atau, jika Mama senang berdandan, maka janinnya perempuan; sebaliknya kalau enggak suka dandan, berarti Mama mengandung janin laki-laki. Hmmm… bener enggak, sih? Bisa jadi benar, bisa jadi juga enggak. Pasalnya, itu cuma mitos. Jika ternyata benar, itu kebetulan saja. Karena, hingga saat ini belum ada penelitian secara ilmiah yang membuktikan akurasi mitos-mitos tersebut .

Pemindaian USG

Cara paling aman dan akurat untuk melihat jenis kelamin janin adalah melalui pemindaian USG. Dikatakan “aman”, karena bersifat non-invasif, dalam arti pemeriksaannya tidak bersentuhan dengan janin, hanya dari luar tubuh Mama. Bila ingin memperoleh hasil pemindaian USG yang lebih akurat, Mama pun dapat mencoba alat USG 3D atau 4D.

Tentu saja, biayanya akan lebih besar dibandingkan menggunakan alat USG 2D. Selain melalui pemindaian USG, kita dapat mengetahui jenis kelamin janin lewat metode amniosintesis dan CVS (chorionic villus sampling). Kedua metode ini, sejatinya digunakan jika dokter obgin menduga ada kelainan kromosom pada janin. CVS umumnya dilakukan pada usia kehamilan 10-14 minggu,sedangkan amniosintesis pada usia kehamilan 16-22 minggu.

Jika kehamilan Mama sehat-sehat saja dan hanya ingin mengetahui jenis kelamin janin, tentu tidak terlalu dianjurkan menjalani kedua metode pemeriksaan tersebut. Sebab, CVS dan amniosintesis dilakukan dengan mengambil sampel plasenta atau air ketuban melalui selaput ketuban. Tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko keguguran.

Disamping, kedua tes ini umumnya hanya dapat dilakukan oleh dokter obgin yang berkompeten melakukan kedua pemeriksaan ini atau oleh dokter obgin subspesialis fetomaternal. Sesungguhnya, jenis kelamin janin hanya merupakan “bonus” pemeriksaan CVS dan amniosintesis. Begitu pula de ngan pemindaian USG. Pasalnya, tujuan utama penggunaan USG pada pemeriksaan rutin kehamilan adalah untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada janin. Informasi jenis kelamin janin hanyalah salah satu manfaat yang diperoleh dari pemindaian USG.

Merawat Jiwa Dan Raga

Menyambut Ramadan, mari kita ber- laku menuju bermakna dinamis ini terus berubah mengikuti kondisi kita. Karenanya, “wellness”. Kata yang “wellness” berarti suatu proses aktif dan sadar untuk memilih hidup sehat dan penuh makna. Dalam “wellness” yang terjadi bukan semata-mata bahwa kita tidak sedang sakit. Kadang, ketika daya tahan tubuh sedang turun, jatuh sakit sangatlah sulit dihindari. Namun, yang lebih penting daripada itu, “wellness” adalah upaya mendapatkan kesehatan lahir dan batin secara utuh.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Keutuhan di sini menggambarkan betapa “wellness” sebenarnya memiliki banyak dimensi. Tentunya kita sudah mengenal dimensi lahir dan dimensi batin yang kemudian dikhususkan lagi menjadi body, mind and soul atau mind and spirit. Belakangan, dimensi intelektualitas masuk menjadi bagian dari “mind”. Nah, bisa dilihat di sini, defi nisi kata “wellness” pun berkembang seiring situasi yang dihadapi manusia dari zaman ke zaman. Termasuk di antaranya adalah dimensi pekerjaan, lingkungan hidup, bahkan kultural yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kita.

Meski tak sama persis dengan orang dewasa, anak-anak pun membutuhkan kesejahteraan lahir dan batin dalam hidupnya. Mengapa? Karena ia juga memiliki body, mind, and soul yang bertumbuh dan berkembang dinamis. Jika kesejahteraan di masa kecil seseorang tidak terpenuhi, akan sulit bagi nya untuk berkembang menjadi orang dewasa yang produktif serta bijaksana lahir dan batin. Singkat kata, wellness adalah pijakan menuju hidup yang bermakna; tidak saja bagi diri sendiri, tetapi juga bermakna bagi orang lain, terutama orang-orang yang kita cintai. Setuju? Mulai sekarang, isilah hidup kita dengan pilihanpilihan positif.

PHYSICAL WELLNESS

Bisa dicapai dengan: Merawat fisik seba gai wujud rasa hormat dan sayang kita terhadap tubuh, suatu investasi yang tak ternilai harganya. Untuk itu kita perlu terus memperluas wawasan agar bisa memilih mana yang sehat dan positif bagi tubuh dalam hal: makanan (nutrisi), aktivitas fisik, menjaga berat badan, seksualitas, kualitas tidur, penggunaan obat-obatan, kebiasaan merokok dan minum alkohol, pengecekan kesehatan, dan akses ke pelayanan kese hatan. Dengan memiliki wawasan kese hatan yang baik dan menerapkannya, kita dapat menularkan pola hidup sehat kepada pasangan dan juga anak-anak di rumah.

sumber : pascal-edu.com