DALAM SANDERA RADAR PRANCIS

MELINTASNYA pesawat tak dikenal di langit Kepulauan Natuna menjadi perbincangan serius di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu pekan lalu. Informasi itu awalnya diperoleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja dari Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional Marsekal Muda Abdul Muis. Menurut Hadiyan, Abdul Muis bercerita bahwa pesawat terdeteksi radar pertahanan udara Indonesia yang terpasang di Pulau Ranai, Natuna, Selasa pekan lalu.

Radar jarak jauh itu dioperasikan Satuan Radar 212, salah satu satuan di bawah Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I, yang berpusat di Jakarta. Namun tidak diketahui jenis pesawat itu. ”Pesawat tempur atau pesawat angkut, kami tidak tahu,” ujar Hadiyan, Rabu pekan lalu. Hadiyan mengatakan perlu mengirim pesawat tempur, seperti Sukhoi dan F16, untuk mengecek detail pesawat. Identifikasi visual bakal diikuti pengusiran atau memaksa mendarat untuk diinterogasi. Namun, karena radar tak cepat menangkap sinyal pesawat, identifikasi juga tak bisa segera dilakukan.

Terlebih tak ada jet tempur yang siap digunakan di dekat Natuna. Walhasil, ”pesawat asing” itu melenggang bebas di udara Natuna. Abdul Muis membenarkan kejadian tersebut. Radar di Pulau Ranai berjenis Thomson tipe TRS 2215 R buatan perusahaan asal Prancis, Thales Raytheon System. Cakupan radar yang dipasang sejak 1982 itu meliputi wilayah Natuna dan Kepulauan Anambas. Menurut Hadiyan, radar di Ranai masuk kategori beroperasi tapi kinerjanya tak maksimal karena uzur. ”Risikonya, sering terjadi penerbangan gelap di wilayah Indonesia,” katanya.

Website : kota-bunga.net

Radar di Ranai adalah satu dari 20 unit radar jarak jauh yang dimiliki Indonesia. Radar disebar di 20 lokasi di bawah empat Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional, yang masing-masing berpusat di Jakarta, Makassar, Medan, dan Biak. Menurut Hadiyan, jumlah 20 radar belum bisa mencakup seluruh wilayah udara Indonesia. ”Idealnya punya 32 radar,” ujar mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional ini. Dari sisi produk, 13 radar adalah keluaran Thales Raytheon System, yang terdiri atas delapan tipe Thomson dan lima Master T.

SAYA ORANGNYA MEGA

DALAM dua pekan terakhir, Basuki Tjahaja Purnama dua kali menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Dua pertemuan itu membahas rencana Basuki maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Menurut Basuki, Megawati terang-terangan memintanya kembali berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, politikus PDI Perjuangan yang sekarang menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. ”Bu Mega bilang, ’Kalian ini sudah baik berdua,’ gitu lho,” katanya. Pembicaraan dengan Megawati itu memberi sinyal keras Basuki masih membuka peluang maju lewat PDI Perjuangan, yang sejak awal ingin mengusungnya.

Artinya, jika jalan ini yang dipilih, Basuki meninggalkan Teman Ahok, jaringan relawan pendukungnya, yang sejak awal berniat mendorongnya maju melalui jalur perseorangan. Dalam dua kesempatan, pada Selasa dan Kamis pekan lalu, Basuki diwawancarai Ananda Teresia, Erwan Hermawan, dan Larissa Huda dari Tempo seputar langkah politik yang akan diambilnya Belakangan Anda rajin bertemu dengan Megawati. Apakah sebagai upaya untuk merapat ke PDI Perjuangan? Ketemu biasa saja. Kami (Teman Ahok) sudah mengumpulkan satu juta KTP. Mau dibatalkan bagaimana? Tapi Anda datang bersama Djarot. Apakah itu bukan sinyal Megawati menghendaki duet ini berlanjut? Bu Megawati enggak pernah maksa. Saya bilang, “Ini (Teman Ahok) sudah telanjur, Bu.” Sekarang namanya AhokHeru Budi Hartono mau ganti gimana? Anda terkesan memilih jalur independen karena ingin menghormati upaya Teman Ahok yang berusaha mengumpulkan satu juta KTP? Kita lihat nanti saja.

Apakah berharap Megawati mendukung kendati Anda maju lewat jalur independen? Dari zaman habis reformasi, aku juga enggak masuk PDI Perjuangan. Tapi, yang jelas, saya orangnya Megawati. Saya tahu beliau pasti akan memberikan calon gubernur terbaik bagi warga DKI. Kami tinggal tunggu keputusan beliau. Saat acara haul Taufiq Kiemas, Rabu pekan lalu, Anda terlihat berbicara serius dengan Megawati dan Presiden Joko Widodo. Benarkah membahas soal pencalonan Anda? Kalau dengan Bu Megawati dan Pak Jokowi, kami bercanda saja. Saya masuk sebentar, makan, lalu Pak Jokowi memanggil. Kata Presiden, saya ini temannya. Hanya itu, tidak ada yang lain.

Artinya, setelah Megawati sempat marah, hubungan Anda dengan Megawati sudah kembali cair? Dari dulu juga cair-cair melulu gua mah. Kapan sih yang kental? Emang susu kental manis? Mungkinkah pada detik-detik terakhir Anda memilih PDI Perjuangan sebagai kendaraan politik? Kalau saya sih enggak mungkin meninggalkan Teman Ahok. Bisa kecewa berat dong mereka. Meskipun jika tidak sampai terkumpul satu juta KTP? Sejuta pasti sampai. Justru yang jadi masalah kalau ada yang ragu kami tidak bisa memenuhi target itu.

DETEKTOR RACUN KARKAS

Kota-Bunga.net ALAT Tetracycline Residual Kit De tection (Startec) ini sanggup mendeteksi residu tetrasiklin pada daging unggas seper yang diberi nama Smart- – ti ayam. Penemunya lima mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, yaitu Bekti Sri Utami, Hana Razanah, Puspita Diah Pravitasari, Fitri Indah Permata, dan Annisa Rizqi Rafrensca. Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran Hewan—kecuali Puspita, dari Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Tetrasiklin adalah obat antibiotik sekaligus pemacu pertumbuhan ternak. Tapi penggunaan berlebihan dan terus-menerus akan menyisakan endapan pada daging. Bila terkonsumsi manusia, bisa mengakibatkan alergi, mengurangi bakteri baik, menimbulkan hipersensitivitas, dan menjadi racun dalam tubuh. Ide pembuatan Startec berawal dari kegusaran mereka melihat peternak menggunakan tetrasiklin berlebihan. Peternak lebih mengandalkan pengalaman ketimbang menakar antibiotik dengan dosis tertentu.

”Lantas saya dan teman-teman terpikir untuk membuat alat penguji tetrasiklin,” kata Bekti, Kamis dua pekan lalu. Perangkat mulai dibuat pada Maret lalu dengan modal Rp 7,5 juta dari Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta yang diluncurkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Mulanya tim mengkaji kandungan tetrasiklin dalam daging ayam, lalu mendesain alat pendeteksinya. Setelah desainnya lengkap, mereka meminta bantuan rekan mereka, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Brawijaya, untuk membuatkan rancang bangunnya. ”Alat dibuat di bengkel dengan biaya Rp 700 ribu,” ujar Puspita. ILUSTRASI: DJUNAEDI Startec terdiri atas empat komponen utama, yakni tuas penumbuk, alat suntik, cawan daging ayam, dan penyangga. Komponen terakhir itu berfungsi sebagai tempat meletakkan tiga suku cadang lain.

Bentuknya bulat dengan tinggi sekitar 15 sentimeter dan diameter 5 sentimeter. Setelah jadi, Startec diujicobakan pada karkas ayam broiler. Hasilnya, alat ini mendeteksi kandungan tetrasiklin seberat 0,5 part per million (ppm). Padahal batas tertinggi residu tetrasiklin pada daging ayam sesuai dengan standar nasional adalah 0,1 ppm. Meski sukses, alat ini masih punya kekurangan: belum mampu mendeteksi kandungan tetrasiklin di bawah 0,5 ppm. Startec hanya sanggup melacak endapan tetrasiklin 0,5-1.000 ppm. Karena itu, tim berencana menyempurnakannya. Startec diklaim sebagai inovasi baru. Lewat Universitas Brawijaya, Puspita dan kawan-kawan mendaftarkan paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Mereka berencana memproduksi Startec secara massal.

Menerapkan PHT Terpadu akan Membuat Tanaman Padi Sehat

Menurut Bonjok Istiaji, Dosen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB, perlindungan padi saat kemarau basah dengan memelihara keseimbang an penerapan ketahanan agroekosistem atau lingkungan pertanaman padi. Dengan menjaga agroekosistem, secara alami tanaman memiliki penjaga dari dalam berupa mikroba tanah, dan pen jaga luar berupa mu suh alami, seperti pre dator penyakit. Pa da berbagai stadia tertentu, mikroba tanah me nekan penyakit se ki tar 25%, sedangkan mu suh alami hingga 50%. “Ketahanan agroekosistem bisa mendesain ekosistem yang ku at yang tahan terhadap OPT dan antispasi kemarau basah,” imbuhnya.

Caranya melalui PHT biointensif, yaitu mengembalikan jerami ke lahan, memperkuat imun tanaman dengan bakteri dari akar bambu, dan menggunakan pupuk organik. Pupuk organik akan menjaga kestabilan pH dan suhu, menahan unsur hara tanah, tempat hidup mikroba, dan meng hidupkan rantai makanan. “Kita ingin membangun jejaring makanan sehingga saat hama ada, musuh alami juga tersedia,” urai Bonjok. Yoyo Suparyo, praktisi pertanian menambahkan, untuk meningkatkan hasil produksi padi, penggunaan pupuk ma kro primer, makro sekunder, dan mi kro harus lengkap. “Kalau tanaman nutrisinya kurang, akan menjadi masalah.

Dengan pemberian pupuk makro primer saja, produksi padi paling banyak 6 ton/ha. Kalau ditambah makro sekunder mungkin bisa 8-8,5 ton/ha. Apalagi ditambah mikro, bisa 10 ton/ha,” ucapnya. Dudy menyarankan pengendalian penyakit menggunakan fungisida. Untuk pe ngendalian blas, ada fungisida Blastgone. Aplikasinya sejak perendaman benih sebanyak 1,5 g/kg benih untuk menghindari serangan blas sejak persemaian. Lalu pada umur 20 HST un tuk mencegah blas daun, 35-40 HST untuk mencegah penyakit di daun bendera, dan 60 HST agar malai terhindar dari patah leher. “Blastgone 4 kali pe nyemprotan sebanyak 300 g/ha,” katanya.

Perlindungan busuk pelepah dan bercak daun bergaris menggunakan fungisida Hexa dan Boom Flower. Hexa bersifat sistemik dan kuratif sehingga bisa mencegah dan mengobati padi yang sudah terkena penyakit. Penggunaannya pada umur 40 dan 60 HST dengan dosis 750 ml/ha. Selain itu, Hexa juga melindungi pengisian gabah secara optimal sehingga meningkatkan rendemen sekitar 15%. Sedangkan Boom Flower berupa un sur hara mikro yang berfungsi mem per cepat pemulihan tanaman saat ter kena penyakit. Dosisnya sebanyak 1 L/ha berbarengan dengan aplikasi Hexa. Sedangkan pengendalian kresek yang diakibatkan oleh bakteri, perlu penguatan antibodi tanaman. “Kami merekomendasikan fungisida yang bersifat bisa menguatkan antibodi tanaman atau memberikan antibodi tanaman, yaitu Flasher. Diaplikasi 3 kali: umur 20, 40, dan 60 HST, dengan dosis 250 ml/ha untuk preventif dan menguatkan tanaman,” lanjut Dudy.

Varietas Unggul

Selama La Nina, Junaidi Sungkono me nyarankan petani untuk menggunakan varietas padi yang tahan air, tahan roboh, dan toleran OPT kemarau, seper ti wereng atau penggerek batang. Sa at kemarau basah kerap terjadi hujan disertai angin kencang, “Varietas yang tahan roboh sangat disarankan di samping tahan wereng,” ungkap Dirut PT Agri Makmur Pertiwi, produsen benih padi dan hortikultura di Surabaya itu. Salah satu benih padi varietas unggul yang cocok ditanam menghadapi kendala musim kemarau basah adalah Pak Tiwi-1.

Varietas padi rakitan Junaidi itu unggul dalam genangan air, sa ngat tahan roboh. “Varietas ini sangat tahan roboh, sudah teruji 10 tahun di lapangan. Tahan genangan air, terendam sampai 30 cm tidak masalah. Bahkan di beberapa lokasi diujicobakan minapadi (tanam padi berdamping an dengan budidaya ikan dalam sa tu petak), tahan roboh, tahan wereng, pemakaian pestisida relatif kurang, ikan di bawah tumbuh subur, produksi padi juga tinggi,” urainya. Varietas ini juga memiliki ketahanan yang baik terhadap wereng dengan jumlah anakan banyak, dan jarak ta namnya bisa direnggangkan.

Jika di ban dingkan varietas lain, katanya, umur Pak Tiwi-1 relatif lebih panjang, mengurangi pemakaian pupuk urea hingga 25%, dan menghasilkan nasi pulen. “Bahkan kalau airnya sama de ngan beras lain, nasinya bisa sedikit pera (agak keras). Jadi bisa dua fungsi: pu len dan pera,” imbuhnya. Kebutuh an benih yang sedikit, menghemat pe ma kaian urea dan pestisida membuat Pak Tiwi-1 bisa menurunkan biaya produksi.

Padi Tetap Sehat Saat Cuaca Lembap

Musim kemarau basah memberikan ancaman biotik dan abiotik pada tanaman padi. Menurut Dudy Kristyanto, Marketing Manager PT Bina Guna Kimia, ancaman abiotik berkaitan dengan aktivitas La Nina, seperti adanya genangan air hingga banjir. Sedangkan ancaman biotik berupa tekanan organisme peng ganggu tumbuhan (OPT). Bagaimana agar padi tumbuh optimal?

Beragam OPT

La Nina membentuk cuaca yang panas dan lembap. Dudy menjelaskan, kondisi lembap bisa terjadi karena basah akibat hujan, jarak tanam terlalu rapat, dan pemupukan berlebih. Akibatnya, penya kit seperti blas, busuk pe lepah, hawar daun bakteri, dan bercak daun bergaris mudah mengancam. Jika tidak ditangani secara optimal, ancaman biotik ini akan muncul. Blas misalnya, mudah muncul dalam saat panas dan hujan bergantian. Cendawan Pyricularia oryzae penyebab blas menyerang mulai dari benih dan perlahan-lahan menyebar ke daun.

Bentuknya mulai dari titik hitam keunguan kemudian membesar membentuk segi empat dan terus berkembang menuju malai. Petani menyebutnya patah leher. Artinya, pengisian malai diblok cendawan. Kerugian yang bisa dialami petani karena blas bisa 100% atau tidak panen atau puso. Setelah pindah tanam, sambung Dudy, kondisi lembap atau banyak angin bisa menimbulkan hawar daun bakteri alias kresek yang disebabkan Xanthomonas oryzae pv oryzae. Terjadinya mulai dari fase pembentukan anakan, sekitar umur 15-20 hari setelah tanam (HST) hingga fase pembentukan daun bendera. “Ini terutama untuk daerah hamparan.

Dengan bantuan kelembapan dan angin, kresek sangat mudah menyebar, menyebabkan kerugian hingga 70%,” jelasnya. Bercak daun bergaris menyerang ketika fase primordia atau bunting. Penyakit yang disebabkan bakteri X. campestris pv oryzicola ini mengganggu proses pengisian gabah karena da un bendera mengering banyak gabah hampa. Kerugian yang diakibatkan se kitar 40%. Selain itu, hama wereng juga menyukai cuaca lembap kemarau basah. Ada beberapa upaya pengendalian cekaman biotik akibat La Nina, yaitu menggunakan padi varietas unggul, mengurangi pupuk urea, jarak tanam tidak terlalu rapat, dan pengendalian hama terpadu (PHT).

Mencegat OPT Selamatkan Panen

Salah satu penyebab tingginya harga cabai di pasaran adalah sedikitnya pasokan cabai aki bat petani mengalami gagal panen. Kega galan panen ini dapat dipicu gangguan cuaca yang ekstrem dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). “Pada musim pancaroba seperti ini banyak kasus penyakit patek jadi tanaman terganggu. Itu merupakan ancaman karena produksi akan turun. Kalau barang sedikit artinya harga naik,” papar Abdul Hamid, Bendahara Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI).

Selain patek, menurut Dedy Koerniawan, Head of Marketing Commercial Unit Indonesia PT Syngenta Indonesia, menyebut virus kuning sebagai penyebab potensi produksi berkurang drastis bila tidak ditangani. Memang, tanaman yang terkena virus kuning tidak akan mati tetapi menjadi kerdil. “Tanaman dengan potensi 1,5–2 kg (per tanaman) tidak sampai 0,5 kg saat panen. Makanya perlu dieradikasi dan dibakar,” terang Dedy.

Organisme Pengganggu Tumbuhan

Sementara itu Syawaludin, Service and Sales Representative DuPont Indonesia area Bogor, Sukabumi, dan Cianjur, membagi hama yang menyerang tanaman cabai menjadi dua, yaitu hama perusak daun dan hama pengisap penusuk. “Saat ini paling banyak hama trips dan lalat putih. Ini sangat berbahaya karena keduanya merupakan vektor pembawa virus.” jelasnya saat diwawancarai AGRINA pada acara Pekan Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan di Balai Besar Peramalan Organ isme Penggangu Tumbuhan (BBPOPT), Jatisari, Karawang (25/5). Berdasarkan pemantauan di lapangan, sudah banyak daerah terkena hama lalat putih atau kutu kebul yang membawa virus kuning seperti Garut, Lem bang, Cipanas, sampai Tasikmalaya.

Dedy mengingatkan, fenomena La Nina atau kemarau basah yang diprediksi terjadi tahun ini berpotensi menyebabkan banyaknya hama dan kombinasi penyakit yang menyerang tanaman cabai. “Kemarau basah akan menyebabkan terjadinya perubahan signifikan dari siang ke malam karena curah hujan. Karena sebab itu, pasti patogen-patogen penyakit akan lebih mudah berkembang sehing ga kemungkinan penyakit pun akan lebih banyak,” jelasnya. Ia menambahkan, “Hama akan banyak terutama trips, penyakit fusarium dan busuk buah atau antraknosa. Virus kuning bahkan sudah seperti endemik karena menyerang hampir di semua sentra.” Di sisi lain, lanjut dia, petani cabai akan tertolong dengan adanya kemarau basah karena tidak harus menyiram tanamannya.

Meskipun begitu, potensi penyakit akan lebih banyak sehingga petani harus bisa mengontrol dampak kondisi cuaca dengan pemeliharaan tanaman yang lebih baik. Perawatan ini dapat dilakukan secara manual maupun pe ngendalian hama secara kimiawi agar tanaman lebih sehat. Menurut Dedy, tanaman cabai monokultur akan lebih terarah dalam pengendalian hamanya daripada polikultur. Serangan hama pada tanaman polikultur lebih variatif tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan. Selain itu, potensi penyakit juga lebih tinggi karena pertanaman lebih rapat.

Pencegahan dan Perawatan

Lebih jauh Dedy menguraikan shading net atau green house merupakan upaya untuk mengontrol cuaca. “Istilah pertaniannya itu melakukan modifikasi lingkungan di sekitar tanaman sehingga kelembapan, sinar matahari pada situasi yang optimal untuk pertumbuhan tanaman,” katanya. Pertumbuhan tanaman yang optimal menjadikan daya tahan tanaman lebih baik. Pengendalian OPT juga dapat dilakukan dengan menggunakan agen hayati. Wahyu Abdul Azis, salah satu penyuluh pengendali OPT Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jawa Barat mengatakan, BPTPH Jabar memiliki agen hayati yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama tersebut.

“Kami punya agen hayati yang kami sebut dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) atau bakteri perakaran pemacu pertumbuhan tanaman,” jelasnya. PGPR produksi sub unit pelayanan PTPH wilayah V dapat juga digunakan untuk pencelupan. PGPR mengandung bakteri Pseudomonas fluorescence dan Bacillus subtillis yang salah satu perannya sebagai pesaing patogen dalam mendapatkan makanan sehingga pertumbuhan patogen berkurang. Untuk tanaman cabai, PGPR diambil 10 ml de ngan 1 liter air. Benih terlebih dahulu dicuci hing ga bersih kemudian benih cabai direndam sela ma dua jam dalam larutan tersebut. Sebelum dita nam/ disebar, benih tersebut dikeringkan-anginkan di tempat yang teduh.

Sisa rendaman dapat digunakan untuk menyiram persemaian. Untuk bibit/setek atau biakan vegetatif, bibit direndam beberapa saat saja kemu dian langsung di tanam. Dedy merekomendasikan perawatan tanaman dengan membentuk cabang-cabang yang lebih baik supaya tanaman tidak terlalu rimbun. Jika terlalu rimbun, hujan akan menyebabkan tanaman gampang patah, roboh dan terlalu lembap. Pena taan cabang yang baik akan mengurangi kelembapan di sekitar tanaman, aerasi lebih baik dan akan meningkatkan persentase buah yang jadi. “Setelah mendapat perawatan yang baik, mereka tinggal mengawal dan melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Mereka bisa menggunakan pestisida untuk itu,” tutup Dedy

Stargate 600SC Kendalikan Vektor Virus Kuning

Virus kuning dapat menyebabkan petani cabai gagal panen. “Namun pada serangan berat jika dipertahankan dengan nutrisi, kehilang an hasilnya sekitar 60%,” papar Agus Suryanto, Senior Crop Manager and Plant Nutrient PT Bina Guna Kimia (FMC Agricultural Solutions). Nekat mempertahankan ta nam an cabai sudah terserang virus hanya akan mendapatkan cabai berkualitas jelek dan hasil tidak maksimal. Virus kuning, tambah Agus, ditularkan oleh vektor utama Bemisia­tabaci alias kutu kebul.

Selain cabai, kutu kebul juga memiliki inang terong dan pepaya. “Kutu kebul kalau sudah menyerang tanaman cabai sakit, maka dia akan persisten. Ia akan terus membawa virus kuning sampai dia mati,” terang Agus di sela acara Pekan Pe ramalan OPT di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari, Karawang (24/5). Karena itu banyak perusahan pestisida multinasional kini berlomba mengeluarkan produk untuk memerangi kutu kebul. Antisipasi Dini FMC baru saja merilis produk baru insektisida Stargate 600SC untuk mengendalikan kutu kebul. “Untuk mengendalikan virus kuning, kita edukasi petani agar mengendalikan vektornya. Petani dianjurkan melakukan antisipasi sejak awal untuk menghindari virus kuning. Sehari sebelum pindah tanam, tanaman harus diimunisasi terlebih dahulu,” terang Agus, alumnus Fakultas Pertanian, UNS Surakarta.

Caranya dengan mencelupkan polibag bibit cabai ke dalam larutan fungisida Flasher 250SC dengan konsentrasi 1 ml/l. Setelah pencelupan, bibit yang dipindahtanamkan tidak sempat layu sehingga tanaman tetap kuat menghadapi serangan virus kuning atau petani mengenalnya dengan istilah langsung ngelilir. “Flasher ini sudah menjadi kebutuhan po kok pe tani cabai seperti stimuno pada manusia untuk me ning katkan da ya ta han tubuh,” papar Agus. Selanjutnya jika terdapat serangan kutu kebul perlu segera diantisipasi dengan insek tisida Stargate 600SC. Stargate 600SC merupakan in sektisida racun kontak dan lambung yang berbahan aktif klotianidin 600 g/l juga memiliki efek repelen atau penolak. Dosis anjurannya sebanyak 200 ml per hektar. Produk ini dapat ditemukan di pasaran dengan harga Rp125 ribuRp130 ribu per 100 ml.

Selain menekan kutu kebul, Stargate 600SC pun efektif mengendalikan hama thrips (Thrips­ par­- vispinus) dan kutu daun (My­zus persicae) yang juga men jadi hama utama tanaman cabai. Stargate 600SC sudah teruji di daerah yang benar-benar terserang virus kuning dan terbukti efektif. “Hasil aplikasi Stargate 600SC menunjukkan tanaman bebas dari serangan virus kuning. Sementara tanaman di sekitarnya yang tidak menggunakan Stargate 600SC semua daunnya menguning dan sema kin keriting,” tandas Agus. Pada pertanaman cabai yang telanjur terserang virus kuning, Agus menyarankan untuk mengaplikasi Boom Flower dan pupuk spesial Microferti Shield (Allwin Wonder). Boom Flower berfungsi membentuk tunas baru dan menjaga agar serangan virus kuning tidak semakin parah. “Kombinasi keduanya memang tidak membuat war na kuning kembali hijau, tapi kuning nya semakin berkurang dan buahnya berkualitas lebih baik,” urainya. Pupuk spesial Microferti Shield berfungsi menjaga kandungan nitrat yang diolah dari nitrit pada pupuk Urea, NPK, dan ZA dapat diserap secara optimal. “Diaplikasikan dengan cara dikocor di perakaran dengan konsentrasi 1 g/l dapat menghemat Urea 50%,” jelas Agus. Hasil pada tanaman cabai sehat dapat menaikkan hasil sekitar 25%- 30%. Lihat Selebihnya : kota-bunga.net