Dalam Ancaman Baja Tungku Induksi Bag3

Kemurahan lain dari pemerintah adalah pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Baja untuk Kepentingan Umum bagi produk logam tersebut. Dispensasi ini berpotensi menyulitkan masyarakat awam sebagai konsumen dalam membedakan baja yang berkualitas standar dan yang tidak. Konstruksi besar yang menggunakan konsultan pasti bisa mengecek lantaran sebelum pembangunan biasanya menerapkan uji lab untuk baja beton yang akan digunakan. Pelbagai insentif ini membuat biaya produksi pabrikan baja tungku induksi jauh lebih murah ketimbang pabrik baja lokal. Dampaknya, pemain lokal yang menggunakan teknologi blast furnace yang kegiatan produksinya tidak mencemari lingkungan dan produknya memenuhi standar kembang-kempis. Mereka kalah bersaing dalam harga jual. Inilah penyebab 60 persen lebih pasar baja nasional dikuasai pabrik hasil relokasi dari Cina. Perhatian para pembuat kebijakan sangat diperlukan dalam membuat persaingan yang sehat di industri baja dalam negeri. Tidak bijak membiarkan industri dalam negeri terancam gulung tikar dan lingkungan jadi tercemar demi ambisi pemerintah menandai keberhasilannya dengan beragam proyek infrastruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *