Embuskan Dan Dorong

sat-jakarta.com – Kalau di film-film, adegan melahirkan biasanya memperlihatkan mamil mengejan dan mendorong, diiringi teriakan semangat dari para perawat maupun suami. Siapa sangka, kalau begini caranya melahirkan, Mama malah bisa lelah berlebihan dan robekan pada perineum (area di antara vagina dan anus) bisa semakin lebar.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Sebaiknya, Mama menggunakan metode baru dalam persalinan, yang disebut “exhaled pushing” atau mendorong sambil mengembuskan napas. Bila pada metode dulu, Mama harus menahan napas saat mengejan (yang membuat bayi berisiko kekurangan oksigen), dengan metode ini Mama akan mendorong perlahan sambil mengembuskan napas, sementara pikiran difokuskan pada bayi. Metode ini membuat bayi tetap mendapat oksigen selama proses persalinan dan robekan perineum pun tidak terlalu lebar.

Ditemukan: Penyebab Perdarahan Otak Pada Janin

Studi yang dilakukan oleh ahli dari Keenan Research Center for Biomedical Science, St. Michael’s Hospital, Kanada, menemukan alasan, mengapa janin yang memiliki antigen berbeda dari mamanya bisa mengalami perdarahan otak. “Karena DNA seti ap orangtua berbeda, janin juga bisa memiliki antigen yang berbeda dari orangtuanya.

Ketika sistem imunitas sang mama mengidentifi kasi adanya antigen berbeda yang terdapat pada sel tubuh janin dan menyerangnya, ini bisa menyebabkan terjadinya perdarah an otak pada janin,” kata Dr. Heyu Ni, salah satu peneliti. Dari studi yang dimuat di Journal of Clinical Investigation ini, para pakar berasumsi penanganan berupa transfusi immunoglobulin melalui infus dapat menjadi terapi efektif. Namun, ini perlu dibuktikan lagi melalui ber bagai riset pendukung.

Ingin Lekas Langsing Bak Selebriti?

Agaknya harapan itu hanya akan menjadi sekadar mimpi. Studi dari University of Chicago menemukan, hampir 75% mama memiliki BB lebih besar dalam kurun waktu setahun setelah melahirkan, dibandingkan sebelum hamil. Bahkan, kebanyakan mama justru mengalami obesitas setelah punya anak. Di antara mama yang memiliki BB normal sebelum hamil, hanya separuhnya saja yang tidak mengalami kenaikan lebih dari 5 kg dalam waktu setahun.

Sebanyak 25% lainnya mengalami kenaikan BB hingga 9?10 kg atau lebih. “Cara terbaik supaya bisa kembali langsing setelah melahirkan dimulai sejak sebelum masa konsepsi,” kata Dr. Natalie Azar, dokter dari NYU Langone Medical Center, New York. Mama yang sehat dan aktif sebelum masuk ke masa kehamilan cenderung dapat menurunkan BB lebih cepat setelah persalinan. “Tetaplah aktif berolahraga saat hamil dan segera kembali ke rutinitas fi sik setelah melahirkan, dengan persetujuan dokter,” saran Azar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *