Fenomena Konsumsi Plasenta Bag2

Sementara penelitian ilmiahnya, baik manfaat maupun risiko mengonsumsi plasenta, menurut dr. Yoshida Nazar, SpOG, belum ada. Yang jelas, seperti dipaparkan oleh Titi Otunla, perawat bersertifikat dari Texas Children’s Pavilion for Women di Houston, salah satu fungsi plasenta adalah menyaring racun, termasuk bakteri, agar tidak membahayakan janin.

Baca juga : Kerja di Jerman

Hal ini berarti, plasenta adalah jaringan tubuh yang mengandung racun dan bakteri. “Kemudian Anda mengonsumsinya? Ini terdengar tidak benar, menurut saya. Meski Anda melahirkan di rumah sakit yang sangat steril, proses melahirkan melibatkan banyak cairan tubuh yang keluar bersama dengan bayi, dan cairan ini berisiko mengontaminasi plasenta,” katanya. Belum lagi, tambah Marra Francis, MD, ahli kebidanan dan kandungan di Woodlands, Texas, vagina juga bisa terinfeksi dan tidak steril.

“Para ibu sering mengeluarkan urine, bahkan feses, saat melahirkan. Baik urine maupun feses, keduanya mengandung bakteri yang bisa mengontaminasi plasenta saat proses bersalin,” ungkap penulis buku Mommy MD Guides ini. Jadi? KEMBALI KE ALAM? Ada mama yang percaya bahwa meniru alam adalah hal yang baik. Dalam kasus ini, meniru kebiasaan hewan memakan plasenta bayinya. Begini, Ma, tidak ada yang salah dengan gaya hidup alami. Tapi, sebaiknya Mama juga paham bahwa kehidupan hewan dan manusia berbeda, begitu pun cara kerja tubuhnya.

Menurut situs kesehatan WebMD, memakan plasenta sedikit bermanfaat mengurangi rasa sakit pascamelahirkan pada anjing. Apakah hal yang sama berlaku pada manusia? Penelitian tidak menunjukkan demikian, karena bentuk dan cara kerja tubuh anjing dan manusia tentu berbeda. Bagi hewan, yang sejak jutaan tahun terbiasa menghadapi predator di alam liar, memakan plasenta sesungguhnya berguna untuk menutupi jejak kelahiran dari para pemangsa.

Insting keibuan hewan, mendorong sang induk berbuat demikian demi melindungi anaknya. Insting ini terus ada sampai sekarang meski beberapa jenis hewan sudah dijadikan peliharaan. Nah, manusia punya cara tersendiri untuk melindungi keturunannya, misalnya, dengan cara hidup berkelompok dan tinggal di gua. Lagi pula, kehidupan manusia tidaklah saling memakan sesama seperti pada hewan, karena dalam rantai makanan, manusia adalah predator teratas.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *