Hipoglikemia Mengancam Otak Bayi Bag3

Lalu, bagaimana mencegah hipoglikemia pada bayi baru lahir? Mama pengidap diabetes perlu melakukan kontrol gula darahnya secara rutin selama kehamilan serta selama proses persalinan. Pemantauan ketat sesaat setelah proses persalinan juga penting, mengingat saat persalinan kadar insulin yang tinggi pada bayi (sebagai akibat tereksposnya bayi dengan kadar gula tinggi selama kehamilan), tidak hanya menurunkan kadar gula darahnya, akan tetapi juga menghalangi tubuhnya membentuk keton, asam laktat dan asam lemak bebas.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Asam lemak keton dan asam laktat adalah hasil metabolisme yang harus segera dibuang karena berbahaya. Zat berbahaya itu tidak terbentuk jika ada insulin yang menghalanginya. Untuk itu, sekali lagi, bayi perlu dipantau dan mungkin membutuhkan infus glukosa untuk mempertahankan kadar gula darahnya. Lebih penting lagi, segera terapkan inisiasi menyusu dini (IMD). Pemberian ASI sejak dini dapat meme nuhi kebutuhan nutrisi dan metabolik bayi baru lahir.

Kolostrum yang terdapat pada ASI di hari-hari awal juga sangat baik untuk mencegah dan mengatasi kadar gula darah rendah. Begitu ampuhnya kolostrum ini, asosiasi bidan di bagian postpartum/ pascapersalinan di Selandia Baru dan Australia, seperti dikutip ABNnewshealth.com, menyarankan pada pasiennya yang berisiko tinggi melahirkan bayi dengan kadar gula rendah, untuk memerah kolostrum mereka sebelum bayi lahir. Ini sebaiknya telah dimulai sejak kehamilan berusia sekitar 35 atau 36 minggu.

Sebagian besar pasien dapat memperoleh beberapa mililiter setiap hari dengan memerah menggunakan tangan dan sering kali seorang ibu dapat memiliki simpanan sebanyak 30 atau 40 ml sebelum bayinya lahir. Jika bayinya membutuhkan suplemen untuk mengontrol kadar gula darahnya, bayinya akan diberikan kolostrum, bukan susu formula. Selanjutnya, kontak kulit juga penting.

Penelitian menunjukkan, bayi dalam dekapan kehangatan kulit ibu yang terjadi saat IMD, dapat menjaga kadar gula darah, bahkan mempertinggi, daripada bila bayi dipisahkan dari ibunya. Bayi dikeringkan namun tidak dimandikan, sebelum dilakukan kontak kulit dengan ibunya. Bahkan jika ibu menjalani operasi sesar, meletakkan bayi kontak kulit pada ibunya memungkinkan dan diperlukan. Tentu, bayi yang memiliki risiko hipoglikemia akan terus dipantau kadar gula darahnya sampai sang ibu boleh membawanya pulang.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *