Merawat Jiwa Dan Raga

Menyambut Ramadan, mari kita ber- laku menuju bermakna dinamis ini terus berubah mengikuti kondisi kita. Karenanya, “wellness”. Kata yang “wellness” berarti suatu proses aktif dan sadar untuk memilih hidup sehat dan penuh makna. Dalam “wellness” yang terjadi bukan semata-mata bahwa kita tidak sedang sakit. Kadang, ketika daya tahan tubuh sedang turun, jatuh sakit sangatlah sulit dihindari. Namun, yang lebih penting daripada itu, “wellness” adalah upaya mendapatkan kesehatan lahir dan batin secara utuh.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Keutuhan di sini menggambarkan betapa “wellness” sebenarnya memiliki banyak dimensi. Tentunya kita sudah mengenal dimensi lahir dan dimensi batin yang kemudian dikhususkan lagi menjadi body, mind and soul atau mind and spirit. Belakangan, dimensi intelektualitas masuk menjadi bagian dari “mind”. Nah, bisa dilihat di sini, defi nisi kata “wellness” pun berkembang seiring situasi yang dihadapi manusia dari zaman ke zaman. Termasuk di antaranya adalah dimensi pekerjaan, lingkungan hidup, bahkan kultural yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kita.

Meski tak sama persis dengan orang dewasa, anak-anak pun membutuhkan kesejahteraan lahir dan batin dalam hidupnya. Mengapa? Karena ia juga memiliki body, mind, and soul yang bertumbuh dan berkembang dinamis. Jika kesejahteraan di masa kecil seseorang tidak terpenuhi, akan sulit bagi nya untuk berkembang menjadi orang dewasa yang produktif serta bijaksana lahir dan batin. Singkat kata, wellness adalah pijakan menuju hidup yang bermakna; tidak saja bagi diri sendiri, tetapi juga bermakna bagi orang lain, terutama orang-orang yang kita cintai. Setuju? Mulai sekarang, isilah hidup kita dengan pilihanpilihan positif.

PHYSICAL WELLNESS

Bisa dicapai dengan: Merawat fisik seba gai wujud rasa hormat dan sayang kita terhadap tubuh, suatu investasi yang tak ternilai harganya. Untuk itu kita perlu terus memperluas wawasan agar bisa memilih mana yang sehat dan positif bagi tubuh dalam hal: makanan (nutrisi), aktivitas fisik, menjaga berat badan, seksualitas, kualitas tidur, penggunaan obat-obatan, kebiasaan merokok dan minum alkohol, pengecekan kesehatan, dan akses ke pelayanan kese hatan. Dengan memiliki wawasan kese hatan yang baik dan menerapkannya, kita dapat menularkan pola hidup sehat kepada pasangan dan juga anak-anak di rumah.

sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *