Padi Tetap Sehat Saat Cuaca Lembap

Padi Tetap Sehat Saat Cuaca Lembap

Musim kemarau basah memberikan ancaman biotik dan abiotik pada tanaman padi. Menurut Dudy Kristyanto, Marketing Manager PT Bina Guna Kimia, ancaman abiotik berkaitan dengan aktivitas La Nina, seperti adanya genangan air hingga banjir. Sedangkan ancaman biotik berupa tekanan organisme peng ganggu tumbuhan (OPT). Bagaimana agar padi tumbuh optimal?

Beragam OPT

La Nina membentuk cuaca yang panas dan lembap. Dudy menjelaskan, kondisi lembap bisa terjadi karena basah akibat hujan, jarak tanam terlalu rapat, dan pemupukan berlebih. Akibatnya, penya kit seperti blas, busuk pe lepah, hawar daun bakteri, dan bercak daun bergaris mudah mengancam. Jika tidak ditangani secara optimal, ancaman biotik ini akan muncul. Blas misalnya, mudah muncul dalam saat panas dan hujan bergantian. Cendawan Pyricularia oryzae penyebab blas menyerang mulai dari benih dan perlahan-lahan menyebar ke daun.

Bentuknya mulai dari titik hitam keunguan kemudian membesar membentuk segi empat dan terus berkembang menuju malai. Petani menyebutnya patah leher. Artinya, pengisian malai diblok cendawan. Kerugian yang bisa dialami petani karena blas bisa 100% atau tidak panen atau puso. Setelah pindah tanam, sambung Dudy, kondisi lembap atau banyak angin bisa menimbulkan hawar daun bakteri alias kresek yang disebabkan Xanthomonas oryzae pv oryzae. Terjadinya mulai dari fase pembentukan anakan, sekitar umur 15-20 hari setelah tanam (HST) hingga fase pembentukan daun bendera. “Ini terutama untuk daerah hamparan.

Dengan bantuan kelembapan dan angin, kresek sangat mudah menyebar, menyebabkan kerugian hingga 70%,” jelasnya. Bercak daun bergaris menyerang ketika fase primordia atau bunting. Penyakit yang disebabkan bakteri X. campestris pv oryzicola ini mengganggu proses pengisian gabah karena da un bendera mengering banyak gabah hampa. Kerugian yang diakibatkan se kitar 40%. Selain itu, hama wereng juga menyukai cuaca lembap kemarau basah. Ada beberapa upaya pengendalian cekaman biotik akibat La Nina, yaitu menggunakan padi varietas unggul, mengurangi pupuk urea, jarak tanam tidak terlalu rapat, dan pengendalian hama terpadu (PHT).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *