Stargate 600SC Kendalikan Vektor Virus Kuning

Stargate 600SC Kendalikan Vektor Virus Kuning

Virus kuning dapat menyebabkan petani cabai gagal panen. “Namun pada serangan berat jika dipertahankan dengan nutrisi, kehilang an hasilnya sekitar 60%,” papar Agus Suryanto, Senior Crop Manager and Plant Nutrient PT Bina Guna Kimia (FMC Agricultural Solutions). Nekat mempertahankan ta nam an cabai sudah terserang virus hanya akan mendapatkan cabai berkualitas jelek dan hasil tidak maksimal. Virus kuning, tambah Agus, ditularkan oleh vektor utama Bemisia­tabaci alias kutu kebul.

Selain cabai, kutu kebul juga memiliki inang terong dan pepaya. “Kutu kebul kalau sudah menyerang tanaman cabai sakit, maka dia akan persisten. Ia akan terus membawa virus kuning sampai dia mati,” terang Agus di sela acara Pekan Pe ramalan OPT di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari, Karawang (24/5). Karena itu banyak perusahan pestisida multinasional kini berlomba mengeluarkan produk untuk memerangi kutu kebul. Antisipasi Dini FMC baru saja merilis produk baru insektisida Stargate 600SC untuk mengendalikan kutu kebul. “Untuk mengendalikan virus kuning, kita edukasi petani agar mengendalikan vektornya. Petani dianjurkan melakukan antisipasi sejak awal untuk menghindari virus kuning. Sehari sebelum pindah tanam, tanaman harus diimunisasi terlebih dahulu,” terang Agus, alumnus Fakultas Pertanian, UNS Surakarta.

Caranya dengan mencelupkan polibag bibit cabai ke dalam larutan fungisida Flasher 250SC dengan konsentrasi 1 ml/l. Setelah pencelupan, bibit yang dipindahtanamkan tidak sempat layu sehingga tanaman tetap kuat menghadapi serangan virus kuning atau petani mengenalnya dengan istilah langsung ngelilir. “Flasher ini sudah menjadi kebutuhan po kok pe tani cabai seperti stimuno pada manusia untuk me ning katkan da ya ta han tubuh,” papar Agus. Selanjutnya jika terdapat serangan kutu kebul perlu segera diantisipasi dengan insek tisida Stargate 600SC. Stargate 600SC merupakan in sektisida racun kontak dan lambung yang berbahan aktif klotianidin 600 g/l juga memiliki efek repelen atau penolak. Dosis anjurannya sebanyak 200 ml per hektar. Produk ini dapat ditemukan di pasaran dengan harga Rp125 ribuRp130 ribu per 100 ml.

Selain menekan kutu kebul, Stargate 600SC pun efektif mengendalikan hama thrips (Thrips­ par­- vispinus) dan kutu daun (My­zus persicae) yang juga men jadi hama utama tanaman cabai. Stargate 600SC sudah teruji di daerah yang benar-benar terserang virus kuning dan terbukti efektif. “Hasil aplikasi Stargate 600SC menunjukkan tanaman bebas dari serangan virus kuning. Sementara tanaman di sekitarnya yang tidak menggunakan Stargate 600SC semua daunnya menguning dan sema kin keriting,” tandas Agus. Pada pertanaman cabai yang telanjur terserang virus kuning, Agus menyarankan untuk mengaplikasi Boom Flower dan pupuk spesial Microferti Shield (Allwin Wonder). Boom Flower berfungsi membentuk tunas baru dan menjaga agar serangan virus kuning tidak semakin parah. “Kombinasi keduanya memang tidak membuat war na kuning kembali hijau, tapi kuning nya semakin berkurang dan buahnya berkualitas lebih baik,” urainya. Pupuk spesial Microferti Shield berfungsi menjaga kandungan nitrat yang diolah dari nitrit pada pupuk Urea, NPK, dan ZA dapat diserap secara optimal. “Diaplikasikan dengan cara dikocor di perakaran dengan konsentrasi 1 g/l dapat menghemat Urea 50%,” jelas Agus. Hasil pada tanaman cabai sehat dapat menaikkan hasil sekitar 25%- 30%. Lihat Selebihnya : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *