Tidak semua service centre buruk

Memang, tidak semua service centre kurang memberikan layanan after sales yang baik. Banyak juga pujian yang diberikan konsumen setelah mendapatkan layanan yang baik dari gerai service centre vendornya. Salah satunya adalah Agung Bayu Aji, salah satu pengguna smartphone keluaran Samsung. Kurang dari setahun dirinya mendapati ponselnya mengalami kerusakan pada bagian software, setelah dimasukan ke service centre resmi, Bayu merasa puas dengan pelayanan dan diagnosa kerusakan yang cepat.

Baca juga : Net89

Selain itu dirinya juga menjelaskan, pelayanan yang diberikan customer servicenya juga ramah dan jelas. Namun berbeda dengan Muhammad Aprizal, pemilik Sony Xperia ZL ini mengeluhkan layanan service centre yang diberikan oleh gerai resmi Sony yang berada di ITC Roxy Mas. Baru sekitar dua bulan dirinya memiliki ponsel tersebut, si ZL sering melakukan restart secara tiba-tiba. Didiagnosa bahwa ponselnya terkena drained battery atau baterai bocor. Pihak service centre menyanggupi akan bisa diperbaiki sekitar 2 bulan karena sparepart harus didatangkan dari luar negeri.

Ternyata setelah dua bulan, ponsel miliknya belum juga benar. Akhirnya, Aprizal pun mengambil ponselnya dan memutuskan untuk melakukan perbaikan di layanan service tidak resmi. Untuk mengkroscek hal itu, mencoba mendatangi gerai gerai service tidak resmi di ITC Roxy Mas, Jakarta. Ini digunakan untuk membandingkan seberapa akurat dan terjaminnya layanan yang diberikan antara service resmi dan tidak resmi dari beberapa brand. Menurut keterangan Nani, penjaga Yust Service mengatakan untuk pengerjaan perbaikan bisa hanya satu hingga dua hari.

Tidak menutup kemungkinan juga bisa ditunggu hanya satu jam jika kerusakan yang didapati tidak terlalu parah, seperti perbaikan keypad atau layar touchsreen. Selama ini pengguna BlackBerry yang masih mendominasi untuk dilakukan perbaikan. Berpindah ke layanan service lain, Indra pemilik Latansa Cellular malah bisa mengunakan perbaikan baterai pada tablet Samsung 2 hanya satu jam saja.

Padahal model baterai yang disematkan pada tablet Samsung ini bukan model baterai yang bisa dilepas. Berbeda saat datang ke gerai resmi yang harus menunggu perbaikan hingga satu minggu. Di luar jaminan kualitasnya, harga yang ditawakan di gerai tidak resmi bisa berbanding setengah dari harga yang diberikan oleh gerai resmi. Sparepartnya pun bisa dipilih sesuai keinginan konsumen, ingin yang ori namun agak mahal, atau yang kw dengan harga yang lebih murah. Bahkan, beberapa kali gerai tidak resmi ini juga bisa memberikan barang “kanibal” yang harganya jauh lebih murah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *