Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas Bag4 bersama autotrade gold

Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas bersama autotrade gold – “Konsepnya seperti Gojek yang bisa menertibkan ojek. Kita juga mau menertibkan PKL biar mereka dagang dilokasi yang sudah disediakan. Jualan di pinggir jalan boleh asal tertib, tidak ganggu ketertiban, bersih. Diharapkan orang juga bisa order lewat apps. Mungkin nantinya juga kita akan kerjasama dengan Bank DKI untuk memberikan voucher,” kata Setiaji memberi bocoran. Rencananya aplikasi ini akan diluncurkan akhir Juli. Gratisan Salah satu kendala pengembangan smart city oleh pemerintah kota adalah keterbatasan dana untuk pengadaan infrastrukturnya. Untuk itu, pemerintah perlu pandai-pandai memanfaatkan budget untuk mewujudkan smart city ini. “Kita mulai dari partisipasi masyarakat sebagai pengganti sensor. Misalnya dengan mengambil data Waze yang diambil dari data pengguna.

Soalnya mengandalkan CCTV itu mahal, jadi mending ambil data dari masyarakat dulu.” Cara lain adalah dengan memanfaatkan kerjasama dan bantuan swasta. Misalnya dengan meminta swasta untuk turut menyertakan kamera CCTV untuk mengawasi lalu lintas dari Dinas Perhubungan (Dishub) pada microcell mereka. Data ini lantas dikombinasikan dengan data pengguna Waze. Data dari Waze ini juga digunakan untuk mengetahui data kemacetan dilokasi yang belum tersedia CCTV. Kerjasama BPBD DKI Jakarta dengan Twitter untuk mendata banjir DKI yang menjadi bagian dari inisiatif Twitter Data Grants. Lewat inisiatif ini, Twitter memberikan data publik dan data historis miliknya secara cuma-cuma kepada para peneliti dan institusi yang membutuhkan. Dalam kerjasamanya dengan BPBD DKI Jakarta dan Universitas Wollongong, dibuatlah petajakarta.org.

Data banjir dipeta ini didapat dari twit pengguna yang menggunakan tagar #banjir dan memention @petajkt dan mengaktifkan fitur lokasi pada tweetnya. Data lokasi banjir ini digunakan untuk mempercepat penanggulangan korban banjir di wilayah itu. Sementara untuk analisa, Pemda DKI juga mendapat probono alias bantuan gratis untuk kepentingan publik dari lembaga konsultasi internasional McKinsey. Perusahaan ini membantu Pemda DKI Jakarta mengolah data transportasi guna menanggulangi kemacetan Jakarta. “Model tersebut, nantinya juga bisa diterapkan untuk sektor lain,” tambahnya. Setiaji juga menerangkan bahwa untuk aplikasi QLUE dan smartPKL, mereka bekerjasama dengan pihak ketiga.

Sumber : https://teknorus.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *